Inklusivisme Beragama: Idealita vs Realita

Authors

Fahmi Medias
Nasitotul Janah
Eko Kurniasih Pratiwi

Synopsis

Kemajemukan agama adalah desain Tuhan, yang harus diterima sebagai fakta kehidupan. Secara idealita, semua agama mengklaim hadir untuk membawa misi perdamaian. Ironisnya, realitas empiric justru sering membuktikan bahwa agama menjadi factor yang paling potensial untuk menjadi pemicu munculnya konflik horizontal, terutama di tengah masyarakat yang hidup ditengah kemajemukan. Mengapa itu terjadi ? hal itu karena setiap agama memiliki klaim absolutisme atau doktrin kebenaran dan keselamatan (truth and salvation cliam) yang meyakini bahwa kebenaran dan keselamatan hanya ada secara eksklusif di satu agama tertentu saja. Dimensi absolutisme ini jika berkembang di ruang public, maka ia akan rawan menimbulkan gesekan, sentimen, antagonisme dan konfrontasi antar pemeluk agama yang berbeda.
Jika dilihat dari perbedaan respon dan sikap terhadap eksistensi agama lain, keberagaman pemeluk agama dipetakan menjadi dua; eksklusivisme dan inklusivisme. Eksklusivisme menempatkan dimensi absolutism agama secara rigit, baik dalam ruang privat dan public, dalam dimensi ideologis, maupun dimensi non ideologis seperti politik, sosisl dan budaya, sehingga bersifat eksklusif dan mengisolasi diri dari interaksi dengan pemeluk agama lain, hingga sering diklaim sebagai embrio munculnya radikalisme agama. Dalam konteks inilah, eksklusivisme dianggap tidak kompatibel jika dikembangkan dalam sebuah masyarakat yang plural dan majemuk seperti Magelang. Sedangkan inklusivisme adalah pandangan yang terbuka dan interaktif terhadap eksistensi agama lain dalam urusan yang bersifat non ideologis namun tetap eksklusif secara idiologis dengan tetap meyakini kebenaran agamanya. Inklusivisme ini dipandang jauh lebih prospektif dikembangkan di masyarakat yang plural dan majemuk.
Penelitian DPRM ini bertujuan untuk memetakan tipologi keberagamaan, terutama para tokoh agama yang selama ini menjadi role model keberagamaan masyarakat, dimana tipologi keberagaman mereka sangat berpengaruh terhadap tipologi keberagamaan umat beragama.

Published

March 13, 2024